1 / 3

SOSIAL

Komitmen Perseroan dalam aspek sosial melalui penerapan K3 yang optimal, praktik ketenagakerjaan serta pengembangan SDM yang berkelanjutan, keberagaman, & kesetaraan pegawai, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, serta hubungan Perseroan dengan pelanggan dan masyarakat.

Program Praktik Ketenagakerjaan

Program Praktik Ketenagakerjaan

1

Memastikan Upah di Atas Upah Minimum (UMR)

2

Pemantauan dan Pengendalian Jam Kerja Karyawan

3

Memastikan Upah Lembur Sesuai Ketentuan

4

Keterlibatan Serikat Pekerja Mengenai Kondisi dan Hubungan Kerja

5

Perluasan Cakupan Perlindungan Sosial di Luar Program Pemerintah

6

Memastikan Terpenuhinya Hak Cuti Tahunan Karyawan

7

Pelatihan dan Peningkatan Kesadaran mengenai Perubahan Iklim

WIKA REKON memiliki berbagai program ketenagakerjaan yang diimplementasikan oleh perusahaan sebagai langkah nyata dari komitmen perusahaan dalam mengutamakan kesejahteraan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak pekerja. Hal ini dibuktikan dengan beberapa program yang dimiliki perusahaan, antara lain:

Upah yang Adil dan Remunerasi Setara

01

WIKA REKON berkomitmen untuk menerapkan sistem remunerasi yang adil, kompetitif, dan mendukung kesejahteraan karyawan. Perusahaan secara rutin melakukan penilaian biaya hidup (cost of living assessment/COLA) dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan biaya hidup di masing-masing area operasional sebagai dasar untuk mengevaluasi struktur remunerasi dan memastikan pendapatan karyawan berada di atas standar upah minimum yang berlaku.

WIKA REKON juga secara berkala memantau kesenjangan upah gender dan memastikan tidak ada perbedaan remunerasi berdasarkan gender bagi karyawan dengan tingkat jabatan dan kondisi pekerjaan yang setara. Perbedaan remunerasi, jika ada, ditentukan berdasarkan faktor objektif seperti tingkat jabatan, beban kerja dan tanggung jawab, serta lokasi penempatan, dan bukan berdasarkan gender.

Pemantauan Jam Kerja dan Pemenuhan Hak Cuti Karyawan

02

WIKA REKON berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional perusahaan dan kesejahteraan karyawan melalui pengelolaan waktu kerja, waktu istirahat, kerja lembur, dan cuti secara tertib. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, Perusahaan menetapkan jam kerja reguler selama 40 jam dalam satu minggu.

Pemantauan jam kerja karyawan dilakukan melalui Human Capital Management System (HCMS). Setiap karyawan mencatat kehadiran harian melalui mekanisme check-in saat mulai bekerja dan check-out saat selesai bekerja. Data tersebut terekam dan didokumentasikan di HCMS sehingga perusahaan dapat memantau kehadiran, waktu mulai dan selesai kerja, serta durasi kerja harian karyawan. Melalui platform yang sama, perusahaan dapat memastikan bahwa implementasi waktu kerja mematuhi ketentuan jam kerja yang berlaku.

Jika seorang karyawan bekerja melampaui jam kerja reguler, WIKA REKON menerapkan pengaturan lembur secara terkendali dan proporsional. Pelaksanaan lembur didasarkan pada kebutuhan operasional yang jelas sambil tetap memperhatikan keseimbangan antara waktu kerja, waktu istirahat, dan kesejahteraan karyawan. Sejalan dengan kebijakan kompensasi yang berlaku, WIKA REKON tidak memberikan insentif lembur secara terpisah karena kompensasi atas waktu kerja lembur telah diperhitungkan dan menjadi bagian dari struktur gaji bulanan karyawan.

Selain pemantauan jam kerja, HCMS digunakan untuk mengelola administrasi cuti karyawan. Melalui sistem ini, karyawan dapat mengajukan cuti, melihat riwayat penggunaan cuti, dan memantau sisa hak cuti tahunan mereka. Informasi yang tersedia di HCMS juga memungkinkan perusahaan untuk memantau pemanfaatan hak cuti setiap karyawan.

WIKA REKON mendorong seluruh karyawan untuk menggunakan hak cuti tahunan mereka sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, kesejahteraan, keseimbangan kehidupan kerja, dan produktivitas. Meskipun HCMS belum dilengkapi dengan fitur pengingat otomatis untuk mengambil cuti, perusahaan terus memfasilitasi pemenuhan hak tersebut. Jika terdapat sisa cuti yang belum digunakan hingga batas waktu yang ditentukan, perusahaan dapat memberikan perpanjangan waktu kepada karyawan untuk menggunakan sisa hak cutinya sesuai dengan peraturan internal yang berlaku.

Keterlibatan Serikat Pekerja dan Dialog tentang Kondisi Kerja

03

WIKA REKON berkomitmen untuk menghormati hak seluruh karyawan untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan aspirasinya secara terbuka tanpa diskriminasi atau tindakan yang merugikan. Komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan Serikat Karyawan WIKA REKON (SEKAR WIKA REKON) sebagai wadah perwakilan karyawan dalam menyampaikan kepentingan, aspirasi, dan masukan kepada manajemen Perusahaan.

SEKAR WIKA REKON tidak hanya berperan sebagai organisasi serikat pekerja, namun juga menjadi mitra strategis Perusahaan dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, konstruktif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, karyawan dan manajemen dapat menjalin dialog dua arah serta berkomunikasi secara terbuka mengenai kondisi kerja dan berbagai isu ketenagakerjaan yang relevan.

Pertemuan antara manajemen dan SEKAR WIKA REKON diadakan secara rutin sebulan sekali dan dapat diselenggarakan sewaktu-waktu jika terdapat isu yang memerlukan pembahasan lebih lanjut. Pertemuan ini membahas berbagai hal, antara lain masalah-masalah ketenagakerjaan.

Pemantauan Kesenjangan Upah Gender dan Tunjangan Karyawan

04

Perusahaan aktif melakukan pemantauan kesenjangan upah gender secara berkala dan mengambil langkah proaktif untuk memastikan remunerasi yang setara antara pekerja laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat perbedaan gaji antara laki-laki dan perempuan pada tingkatan yang sama di WIKA REKON. Perbedaan besaran gaji ditentukan berdasarkan faktor objektif, antara lain tingkat atau jabatan, beban kerja, dan lokasi penempatan, serta bukan didasarkan pada gender.

Perusahaan memberikan sejumlah tunjangan sosial khusus kepada seluruh karyawan, termasuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta tunjangan golongan dan tunjangan pensiun bagi karyawan tetap sesuai dengan kewajiban pemerintah. Selain itu, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan asuransi swasta BRIlife untuk asuransi kesehatan dan Mandiri INHEALTH untuk asuransi jiwa bagi karyawan.

Demografi Karyawan

Berdasarkan Gender
Pria
Wanita
200
150
100
50
0
159
28
2022
145
27
2023
141
26
2024
127
25
2025
Berdasarkan Tingkat Organisasi
Expert
Berdasarkan Suku Bangsa

Anti Diskriminasi & Anti Pelecehan

Anti Diskriminasi & Anti Pelecehan

01
Kebijakan

Lingkungan Kerja Saling Menghargai

WIKA REKON berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, sehat, dan saling menghormati bagi seluruh karyawan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace Policy) dan Kesejahteraan Pegawai (Employee Wellbeing) Nomor WRK-KP-HCE-02, yang menegaskan larangan terhadap segala bentuk diskriminasi, kekerasan, serta pelecehan seksual maupun nonseksual di lingkungan kerja. Larangan tersebut mencakup perlakuan diskriminatif yang berkaitan dengan etnis, ras, kebangsaan, warna kulit, agama, jenis kelamin, usia, disabilitas, maupun karakteristik lainnya.

02
Implementasi

Integrasi di Tempat Kerja

Untuk memastikan kebijakan tersebut dipahami dan diterapkan secara konsisten, Perseroan telah dan akan terus melaksanakan kegiatan awareness dan refreshment secara berkala kepada karyawan mengenai pencegahan diskriminasi, kekerasan, serta pelecehan seksual dan nonseksual di tempat kerja. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh karyawan mengenai perilaku yang sesuai, bentuk tindakan yang tidak dapat ditoleransi, serta pentingnya membangun budaya kerja yang saling menghormati. Selain itu, WIKA REKON terus memperkuat lingkungan kerja yang produktif, sehat, aman, dan nyaman melalui program keselamatan kerja, dukungan terhadap kesehatan fisik dan mental, serta evaluasi dan pembaruan kebijakan kesejahteraan karyawan secara berkala.

Komposisi Tenaga Kerja: Jenis Kelamin

Komposisi Tenaga Kerja: Jenis Kelamin

Data Keberagaman Gender Karyawan WIKA REKON Tahun 2025

Deskripsi Jumlah Pegawai Persentase (2025) Target
Pegawai perempuan di seluruh level jabatan (Junior, Middle, Top Management) 4
15,38%
10%
Pegawai perempuan di level junior management 0
0%
5%
Pegawai perempuan di top management dan middle management 4
15,38%
10%
Pegawai perempuan di level management pada posisi revenue generating 2
7,69%
5%
Pegawai perempuan di posisi yang berkaitan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) 4
15,38%
10%

Human Rights Due Diligence (HRDD)

Human Rights Due Diligence (HRDD)

HRDD Report Cover
Buka

HRDD

2025

WIKA REKON berkomitmen untuk menghormati dan melindungi hak asasi manusia (HAM) dalam seluruh kegiatan usaha dan rantai nilainya. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan Human Rights Due Diligence (HRDD) sebagai proses untuk mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, dan menangani potensi maupun dampak aktual terhadap HAM yang berkaitan dengan kegiatan operasional, proyek, serta hubungan bisnis Perseroan. Melalui pendekatan ini, WIKA REKON berupaya memastikan bahwa kegiatan usaha dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan hak-hak pekerja, mitra usaha, masyarakat sekitar, dan pemangku kepentingan lainnya.

Proses Uji Relevansi Isu HAM

Proses Uji Relevansi Isu Hak Asasi Manusia

01 — Proses Uji Relevansi Isu HAM

01

Identifikasi risiko di seluruh operasi perseroan.

02

Identifikasi risiko di rantai nilai dan aktivitas terkait lainnya.

03

Peninjauan dan pemutakhiran pemetaan risiko potensi pelanggaran HAM secara sistematis dan berkala, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun.

Upaya Mitigasi & Remediasi HAM

Upaya Mitigasi & Remediasi HAM

Upaya Mitigasi dan Remediasi Hak Asasi Manusia

Perseroan berkomitmen untuk melindungi hak asasi manusia di seluruh wilayah operasional, baik di kantor pusat maupun proyek, melalui penerapan kebijakan dan prosedur yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh wilayah operasi WIKA REKON telah menerapkan langkah mitigasi risiko HAM untuk mencegah terjadinya pelanggaran, termasuk melalui kebijakan ketenagakerjaan, whistleblowing system, serta sosialisasi berkala terkait hak asasi manusia, kebebasan berserikat, dan perundingan kolektif.

Selain upaya pencegahan, Perseroan juga telah memiliki mekanisme remediasi apabila terjadi dugaan atau pelanggaran HAM. Proses tersebut mencakup penerimaan laporan, investigasi, evaluasi temuan, serta penetapan langkah perbaikan yang sesuai. Efektivitas penerapan upaya mitigasi dan mekanisme remediasi tersebut dipantau dan dievaluasi secara berkala di seluruh unit kerja.

0 KASUS

Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat laporan maupun pelanggaran terkait isu HAM di seluruh wilayah operasional WIKA REKON. Dengan demikian, tidak terdapat kasus yang memerlukan pelaksanaan tindakan remediasi aktual selama periode pelaporan tersebut.

Program Pengembangan Karyawan

Program Pengembangan Karyawan

Program Pelatihan Satria Pratama

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi menyelenggarakan berbagai program pelatihan yang bersifat wajib (mandatory) untuk mendukung pengembangan kompetensi dan kepemimpinan pekerja. Salah satu program tersebut adalah Program Pelatihan Satria Pratama, yang ditujukan bagi pekerja pada level BOD-3 ke atas sebagai bagian dari upaya penguatan kapabilitas kepemimpinan. Program ini dirancang untuk membekali pemimpin saat ini maupun calon pemimpin masa depan (current and future leaders) dengan keterampilan kepemimpinan personal (personal leadership skills), melalui pengasahan keterampilan-keterampilan spesifik yang diperlukan untuk memberdayakan individu agar mampu menjalankan peran kepemimpinan secara efektif di lingkungan perusahaan.

Respectful Workplace Policy

Sebagai wujud komitmen dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan menghargai keberagaman, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi menyelenggarakan sosialisasi Kebijakan Respectful Workplace kepada seluruh pekerja. Program ini merupakan bagian dari inisiatif edukasi budaya (cultural education) perusahaan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan penghargaan terhadap berbagai latar belakang, praktik, dan perspektif budaya yang berbeda di antara pekerja. Sosialisasi ini menjadi sangat penting mengingat perusahaan beroperasi dengan tim yang beragam, baik dari sisi kultur kerja antar unit maupun latar belakang daerah asal pekerja yang tersebar di berbagai wilayah proyek konstruksi.

Melalui kebijakan Respectful Workplace, perusahaan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling menghormati, bebas dari diskriminasi dan pelecehan, serta terbuka terhadap perbedaan cara pandang dan nilai-nilai yang dibawa oleh setiap individu. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pekerja tidak hanya memahami hak dan kewajibannya dalam menjaga etika kerja yang menghormati keberagaman, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai penghargaan terhadap perbedaan budaya dalam interaksi kerja sehari-hari — baik dalam lingkup tim proyek yang bersifat multikultural, maupun dalam kolaborasi lintas unit dan lintas wilayah kerja perusahaan.

01 — Pengembangan Kompetensi Bersertifikasi

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) berkomitmen untuk memberikan kesempatan pengembangan kompetensi yang setara bagi seluruh pekerja, termasuk karyawan berstatus kontrak. Program pengembangan karyawan (employee development program) yang diselenggarakan WIKA REKON berfokus pada peningkatan keterampilan karyawan di luar pelatihan dasar wajib maupun program kepatuhan minimum, sehingga benar-benar mengarah pada penguatan kapabilitas dan daya saing individu. Sebagai bukti komitmen tersebut, pada tahun 2025 tercatat 2 (dua) pegawai kontrak turut mengikuti program pelatihan pengembangan, yaitu pelatihan Certified Ethical Hacker V13 yang diikuti oleh Staf IT, serta Pelatihan ISO Audit Internal QHSE yang diikuti oleh Staf SHE.

Proses pengembangan karyawan melalui pelatihan di WIKA REKON dilaksanakan dengan mekanisme pengajuan (by request) atau disesuaikan dengan kebutuhan (need-based) masing-masing unit kerja maupun individu pekerja. Dengan mekanisme ini, setiap pekerja—baik karyawan tetap maupun kontrak—memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan atau direkomendasikan mengikuti pelatihan yang relevan dengan bidang tugas dan pengembangan kariernya, sehingga proses peningkatan kompetensi di WIKA REKON berjalan secara inklusif dan tepat sasaran.

02 — Knowledge Management (WIKADemy)

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi mengoptimalkan pembelajaran melalui metode teams and network dengan memanfaatkan WIKADEMY, yaitu sebuah platform pembelajaran dan manajemen pengetahuan (knowledge management) internal WIKA Group. Melalui platform ini, karyawan WIKA REKON dapat saling berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman proyek, serta berkolaborasi dengan rekan kerja lintas unit maupun lintas entitas anak perusahaan di luar peran kerja sehari-hari mereka. Forum diskusi strategis dan dokumentasi inovasi proyek yang terhubung secara digital dalam WIKADEMY turut memperkuat budaya berbagi pengetahuan serta memperluas jaringan pembelajaran antar-insan WIKA, sehingga karyawan dapat terus mengembangkan kapabilitas dan mendorong inovasi secara berkelanjutan.

03 — Program Pelatihan Transisi Digital

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi telah melaksanakan program transisi digital (digital transition program) melalui sosialisasi dan pelatihan Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis SAP kepada karyawan. Program ini bertujuan membantu karyawan beradaptasi dengan tools, proses, dan teknologi digital baru dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan data dan proses bisnis perusahaan yang kini terintegrasi melalui sistem SAP.

Melalui pelatihan ini, karyawan dibekali pemahaman dan keterampilan untuk memanfaatkan sistem ERP secara efektif, sehingga mampu menjalankan proses kerja yang lebih terstruktur, akurat, dan terintegrasi antar fungsi kerja. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan WIKA REKON terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja, sekaligus mendukung pencapaian tujuan transformasi digital perusahaan secara keseluruhan.

Document Cover
POLICY

Judul Dokumen

Tingkat Pergantian Karyawan

Tingkat Pergantian Karyawan

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) senantiasa melakukan pemantauan terhadap tingkat perputaran karyawan sukarela (voluntary employee turnover) sebagai salah satu indikator dalam pengelolaan sumber daya manusia. Perhitungan ini mencakup proporsi karyawan yang memilih untuk meninggalkan Perusahaan atas keinginan sendiri, seperti pengunduran diri (resign), pensiun (retirement), maupun pensiun dini (early retirement), dalam periode satu tahun pelaporan.

Voluntary employee turnover rate dihitung dengan membandingkan jumlah karyawan yang keluar secara sukarela selama periode pelaporan terhadap jumlah total karyawan pada akhir tahun pelaporan terkait, yang kemudian dinyatakan dalam bentuk persentase. Melalui pemantauan ini, WIKA REKON dapat mengevaluasi tingkat retensi karyawan serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan sumber daya manusia di lingkungan Perusahaan.

Program Pendampingan Karyawan

Program Pendampingan Karyawan

Family & Child Care

Meskipun PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) tidak memiliki fasilitas Daycare secara mandiri, karyawan tetap dapat memanfaatkan fasilitas Daycare yang disediakan oleh WIKA Holding. Karyawan yang membutuhkan fasilitas ini cukup menginformasikan kepada Human Capital (HC) WIKA REKON, yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak WIKA Holding untuk memfasilitasi akses layanan tersebut.

1
Karyawan
2
HC WIKA REKON
3
WIKA Holding
View Gallery
View Gallery

Sport & Health Initiatives

Selain fasilitas Daycare, WIKA REKON juga menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga sebagai bentuk inisiatif olahraga dan kesehatan (sport and health initiatives) yang mendorong kesehatan karyawan secara menyeluruh, khususnya dari sisi aktivitas fisik, seperti mini soccer, badminton, tracking, dan padel. Berbagai fasilitas dan kegiatan ini menjadi wujud perhatian Perusahaan terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) karyawan, sekaligus mendukung kesehatan fisik, mempererat kebersamaan antar karyawan, dan meningkatkan kepuasan serta kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.

Mini Soccer Mini Soccer
Gallery
Mini Soccer
Badminton Badminton
Badminton
Padel Padel Padel
Padel
Tracking Tracking
Gallery
Trekking

Program K3

Program K3

Sebagai wujud komitmen kuat WIKA REKON dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kokoh, WIKA REKON menerapkan serangkaian program yang menyeluruh dan berkesinambungan, yang dirancang untuk menjamin keselamatan, kesehatan, serta tanggung jawab lingkungan bagi seluruh karyawan dan pemangku kepentingan. Beberapa program K3 yang sudah dilaksanakan meliputi:

Pelatihan K3

Pelatihan K3

WIKA REKON melaksanakan peningkatan kompetensi K3 melalui pelaksanaan pelatihan berkala bagi karyawan, mitra kerja, dan subkontraktor, guna memastikan pemahaman terhadap prosedur kerja aman. Pelatihan yang dilakukan juga bertujuan untuk membekali pegawai dengan keterampilan mengidentifikasi risiko, melakukan pengendalian bahaya, dan melaksanakan tanggap darurat.

Read More
BOD & Management Patrol

BOD & Management Patrol

Sebagai upaya meningkatkan kinerja K3, WIKA REKON menjalankan program BOD & Management Patrol yang dilaksanakan secara langsung ke lokasi proyek maupun secara daring, dengan cakupan penilaian yang meliputi kemajuan pekerjaan sekaligus penerapan aspek Quality dan K3L di lapangan. Keterlibatan langsung jajaran pimpinan dalam kegiatan ini menegaskan bahwa tanggung jawab atas keselamatan kerja berlaku secara berjenjang, dari pucuk pimpinan hingga pekerja di lokasi kerja, sehingga budaya sadar K3 terbangun melalui keteladanan. Penguatan tersebut diperluas kepada mitra kerja melalui penyelenggaraan safety meeting secara rutin, yang menjadi sarana memastikan seluruh pihak memahami dan menjalankan ketentuan K3 yang berlaku serta menindaklanjuti temuan lapangan hingga tuntas.

Read More
Simulasi & Kesiapsiagaan

Simulasi & Kesiapsiagaan

Simulasi tanggap darurat dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan karyawan serta mitra kerja yang beraktivitas di lingkungan kerja Perusahaan, guna menguji kesiapan dan meningkatkan kemampuan dalam menangani keadaan darurat seperti kebakaran, tumpahan bahan kimia, ancaman bom, huru-hara, dan bencana alam. Setiap pelaksanaan simulasi dievaluasi untuk memastikan seluruh pihak memahami perannya masing-masing dan mampu merespons secara efektif apabila keadaan darurat nyata terjadi.

Read More
Inspeksi Rutin K3

Inspeksi Rutin K3

WIKA REKON melaksanakan inspeksi berkala terhadap lingkungan kerja, peralatan, dan sarana pendukung di seluruh lokasi proyek, dengan lingkup yang meliputi identifikasi potensi bahaya, pemeriksaan kelayakan operasi peralatan dan kelengkapan sertifikasinya, serta pemenuhan ketentuan keselamatan dan lingkungan yang berlaku. Setiap temuan dituangkan dalam rencana perbaikan dengan penanggung jawab dan tenggat waktu yang jelas dan dipantau hingga tuntas. Hasil inspeksi menjadi masukan bagi perbaikan prosedur, kebutuhan pelatihan, dan program pemeliharaan peralatan, sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko sebelum berkembang menjadi insiden.

Read More
External Verification ISO

External Verification ISO

Sistem manajemen K3L WIKA REKON diaudit secara berkala oleh lembaga sertifikasi independen sebagai bagian dari pemeliharaan sertifikasi ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, dan SMK3 sesuai PP No. 50 Tahun 2012. Temuan audit eksternal tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rencana perbaikan yang dipantau hingga dinyatakan selesai, dan hasilnya menjadi masukan dalam Rapat Tinjauan Manajemen sebagai dasar peningkatan berkelanjutan.

Read More
Toolbox Meeting Harian

Toolbox Meeting Harian

Toolbox meeting dilaksanakan setiap hari sebelum pekerjaan dimulai di seluruh lokasi proyek, dengan melibatkan pekerja Perusahaan dan mitra kerja. Pembahasannya mencakup identifikasi potensi bahaya pada pekerjaan hari itu, langkah pengendalian yang wajib diterapkan, kelengkapan alat pelindung diri, serta rencana kerja harian. Setiap pelaksanaan didokumentasikan melalui daftar hadir dan catatan pembahasan, sehingga menjadi rekam jejak komunikasi keselamatan di tingkat tapak.

Read More

Manajemen Hubungan Pelanggan

Manajemen Hubungan Pelanggan

Pengelolaan Umpan Balik Pelanggan dan Verifikasi Proses Penanganan Keluhan


WRK menerapkan mekanisme pengelolaan umpan balik pelanggan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas produk dan layanan secara berkelanjutan. Masukan pelanggan diperoleh melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk rapat dan diskusi langsung dengan pelanggan yang didokumentasikan dalam minutes of meeting, serta penyampaian defect list selama maupun setelah pelaksanaan proyek.

Umpan balik, evaluasi, dan temuan pelanggan tersebut kemudian dianalisis dan digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi room for improvement, melakukan penyempurnaan metode kerja, meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek, serta menjadi pembelajaran dalam pengembangan dan pelaksanaan pekerjaan berikutnya. Dengan demikian, WRK memastikan bahwa perspektif pelanggan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses peningkatan dan pengembangan produk maupun layanan Perseroan.

Selain itu, WRK menerapkan proses penanganan keluhan pelanggan sebagai bagian dari Sistem Manajemen Mutu Perseroan. Mekanisme tersebut mencakup penerimaan dan pencatatan keluhan, evaluasi, tindak lanjut perbaikan, serta pemantauan penyelesaian keluhan. Proses penanganan keluhan ini mengacu pada standar ISO 9001 dan telah diverifikasi melalui audit oleh pihak ketiga independen, sehingga memastikan bahwa pengelolaan keluhan pelanggan dilaksanakan secara sistematis, terdokumentasi, dan mendukung prinsip perbaikan berkelanjutan.

Human Capital Return on Investment (HC ROI)

Human Capital Return on Investment (HC ROI)

WIKA Rekon mengukur efektivitas investasi pada sumber daya manusia melalui Human Capital Return on Investment (HC ROI). HC ROI menunjukkan tingkat profitabilitas Perusahaan sebelum biaya sumber daya manusia, dibandingkan dengan total biaya terkait karyawan, dengan rumus:


HC ROI = (Total Pendapatan − (Total Beban Operasi − Total Biaya Terkait Karyawan)) ÷ Total Biaya Terkait Karyawan

Total pendapatan adalah pendapatan neto. Total beban operasi terdiri atas beban pokok pendapatan dan beban usaha. Total biaya terkait karyawan mencakup gaji dan tunjangan.

HC ROI WIKA REKON 2022 - 2025

Komponen (Rp Juta) 2022 2023 2024 2025
Total Pendapatan 1.483.127 1.238.664 1.114.231 927.490
Total Beban Operasi 1.367.991 1.146.921 1.056.938 865.135
Total Biaya Terkait Karyawan 62.268,70 64.047,45 51.084,34 60.342,37
Jumlah Karyawan 187 172 167 152
HC ROI 2,85 2,43 2,12 2,03

Pada tahun 2025, HC ROI WIKA Rekon tercatat sebesar 2,03. Artinya, setiap Rp1 biaya terkait karyawan menghasilkan Rp2,03 laba sebelum biaya sumber daya manusia. Selama empat tahun terakhir, HC ROI bergerak dari 2,85 pada tahun 2022 menjadi 2,03 pada tahun 2025, sejalan dengan penurunan pendapatan Perusahaan pada periode yang sama.