1 / 3

TATA
KELOLA

Kerangka penerapan ESG WIKA REKON yang terintegrasi dalam strategi bisnis, meliputi struktur tata kelola perusahaan serta tata kelola keberlanjutan, visi dan misi ESG dan peta jalan keberlanjutan. Selain itu, dijelaskan pula penguatan manajemen risiko dalam mengelola isu strategis ESG, serta peran Teknologi Informasi (TI) dan digitalisasi sebagai pendukung utama dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Kemandirian & Jenis Dewan

Kemandirian & Jenis Dewan

Ahmad Thonthowi Djauhari

Ahmad Thonthowi Djauhari

Komisaris Independen

Harum Akhmad Zuhdi

Harum Akhmad Zuhdi

Komisaris Utama

Mira Rahardjo Djarot

Mira Rahardjo Djarot

Komisaris

Hadi Irawan

Hadi Irawan

Direktur Operasi & Strategi Bisnis

Rosman Pria Utama

Rosman Pria Utama

Direktur Utama

Ika Rosmayanti Dewi

Ika Rosmayanti Dewi

Direktur Keuangan, Human Capital, Manajemen Risiko

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

ROSMAN PRIA UTAMA

Direktur Utama

Corporate Secretariat
Internal Audit
Quality, Health, Safety &
Environment Bureau
Transformation and
Information System Bureau

HADI IRAWAN

Direktur Operasi & Strategi Bisnis

Supply Chain Management Bureau
Research, Engineering, &
Quantity Survey Bureau
Business Development Bureau
Business Performance Evaluation
& Corporate Strategic Bureau
Department Operation I
Project/Plant
Department Operation II
Project/Plant

IKA ROSMAYANTI DEWI

Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko

Finance & Accounting Bureau
Human Capital Bureau
Risk Management Bureau
Legal, Compliance &
Contract Management Bureau
Entitas Usaha Patungan 1. WIKA Industri Energi (WINNER)

Analisis Materialitas

Analisis Materialitas

Materiality Matrix Chart
3
Topik Material Utama
sebagai Prioritas Strategis
11
Indeks Pengungkapan Relevan
Sesuai dengan Standar GRI

Proses & Standar Terstruktur

WIKA REKON melaksanakan analisis materialitas melalui proses yang terstruktur dengan mengombinasikan keterlibatan pemangku kepentingan, standar keberlanjutan, dan pertimbangan risiko perusahaan. Proses Focus Group Discussion (FGD) menghasilkan 22 kelompok topik material, yang seluruhnya relevan dan selaras dengan GRI Topic Standards. Topik-topik tersebut kemudian dipetakan dalam matriks materialitas dan dinilai dengan menggunakan pendekatan double materiality, yang mempertimbangkan baik dampak Perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan maupun dampak eksternal, risiko, dan peluang terkait keberlanjutan yang dapat memengaruhi kegiatan usaha dan penciptaan nilai jangka panjang Perusahaan.

Integrasi ERM

Hasil analisis materialitas juga diintegrasikan ke dalam proses Enterprise Risk Management (ERM) WIKA REKON, sehingga isu-isu keberlanjutan yang material dapat dikaitkan dengan proses identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pengambilan keputusan risiko perusahaan secara lebih luas. Integrasi ini membantu memastikan bahwa risiko dan peluang terkait keberlanjutan dipertimbangkan bersama dengan risiko strategis dan operasional dalam mendukung pencapaian tujuan Perusahaan.

Tinjauan Tahunan & Prioritas Strategis

WIKA REKON melakukan peninjauan analisis materialitas setiap tahun untuk memastikan bahwa topik-topik yang telah diidentifikasi tetap relevan terhadap perubahan kondisi bisnis, ekspektasi pemangku kepentingan, regulasi, dan prioritas keberlanjutan. Hasil analisis tersebut ditinjau dan mendapat persetujuan Direksi. Berdasarkan analisis tahun 2025, Perusahaan menetapkan tiga topik material utama sebagai prioritas strategis serta menentukan 11 indeks pengungkapan yang relevan untuk disajikan dalam Laporan Keberlanjutan.

Metrik Materialitas untuk Pemangku Kepentingan Eksternal

Metrik Materialitas untuk Pemangku Kepentingan Eksternal

Indeks Kepuasan Lingkungan Kategori "Puas"
77.92 %

Survei Kepuasan Lingkungan

Sebagai bagian dari komitmennya untuk memperkuat pelibatan pemangku kepentingan dan mengelola dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari operasinya, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) melakukan Survei Kepuasan Lingkungan (ESS) untuk mengukur secara kuantitatif persepsi pemangku kepentingan eksternal terhadap kehadiran Perusahaan, kegiatan operasional, kontribusi sosial, kesadaran lingkungan, dan hubungan dengan masyarakat sekitar. ESS 2025 dilakukan di sekitar Proyek Bunati Line 3, Batulicin, Kalimantan Selatan, yang melibatkan 30 responden masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar area proyek. Responden mewakili beragam latar belakang masyarakat, termasuk kelompok usia, jenis kelamin, dan pekerjaan yang berbeda, guna memastikan keterwakilan perspektif pemangku kepentingan yang lebih luas.

Survei ini dilakukan menggunakan pendekatan berbasis kuesioner kuantitatif, mencakup indikator-indikator terkait hubungan masyarakat, transparansi komunikasi, interaksi karyawan, responsivitas terhadap keluhan dan aspirasi, kontribusi sosial, kepedulian lingkungan, dan dukungan masyarakat. Metodologi survei ini merujuk pada PermenPAN No. 14 Tahun 2017 dan SNI ISO 26000:2010 tentang Tanggung Jawab Sosial sebagai acuan untuk mengukur persepsi pemangku kepentingan dan mengevaluasi kinerja tanggung jawab sosial.

Berdasarkan hasil survei, WIKA REKON meraih skor Indeks Kepuasan Lingkungan (ESI) sebesar 77,92%, yang masuk dalam kategori "Puas". Metrik kuantitatif ini menunjukkan persepsi pemangku kepentingan eksternal yang positif terhadap kontribusi dan interaksi Perusahaan dengan masyarakat di sekitar area operasionalnya. Aspek dengan peringkat tertinggi adalah peran Perusahaan dalam mendukung pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur serta mendukung kegiatan keagamaan masyarakat, yang masing-masing mencapai skor indeks sebesar 81,33% ("Sangat Puas").

Dokumentasi masyarakat sekitar Proyek Bunati Line 3, Batulicin, Kalimantan Selatan
Indeks Kepuasan Pelanggan Kategori "Sangat Puas"
87 %

Indeks Kepuasan Pelanggan

Mempertahankan kepercayaan pelanggan dan memastikan efektivitas penyelesaian proyek merupakan pertimbangan utama dalam pendekatan operasional WIKA REKON. Untuk mengevaluasi sejauh mana layanan Perusahaan memenuhi ekspektasi pelanggan, WIKA REKON mengimplementasikan Indeks Kepuasan Pelanggan (CSI) sebagai alat ukur kuantitatif untuk menilai umpan balik pelanggan terhadap eksekusi proyek, kinerja layanan, dan pengalaman pelibatan secara keseluruhan di lini bisnis Jasa Konstruksi, Operasi & Pemeliharaan (O&M), dan Industri Energi Terbarukan. Survei dilakukan melalui kuesioner terstandarisasi yang mencakup dimensi kualitas layanan utama, dilanjutkan dengan validasi respons, pengolahan data, pembobotan indikator, dan perhitungan indeks kepuasan keseluruhan.

Kerangka kerja evaluasi disesuaikan untuk mencerminkan karakteristik operasi berbasis proyek WIKA REKON. Untuk proyek O&M, umpan balik pelanggan berfokus pada kinerja operasional, implementasi SHE, pengelolaan limbah dan limbah B3, keamanan proyek, efektivitas koordinasi, daya tanggap terhadap masalah, kepatuhan administratif, dan profesionalisme personel. Sementara itu, penilaian proyek konstruksi dan EPC menekankan pada kualitas kerja, pencapaian kemajuan, kinerja SHE, pengelolaan lingkungan, komunikasi dan koordinasi, pemenuhan komitmen, proses administratif, dan kompetensi personel WIKA REKON.

Pada tahun 2025, WIKA REKON mencatatkan pencapaian CSI sebesar 87% dengan peringkat "Sangat Puas", berdasarkan umpan balik dari 11 proyek. Hasil ini menunjukkan bahwa pelanggan memberikan pengakuan positif terhadap kapabilitas Perusahaan dalam menyelesaikan proyek, mempertahankan keandalan layanan, dan memenuhi harapan operasional. Pencapaian ini juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, naik dari 70% pada tahun 2022, 75% pada tahun 2023, 83% pada tahun 2024, dan 87% pada tahun 2025.

Lebih dari sekadar mengukur tingkat kepuasan, hasil CSI dimanfaatkan sebagai acuan untuk memperkuat inisiatif keunggulan layanan. Perusahaan menggunakan umpan balik pelanggan untuk menyempurnakan praktik manajemen kualitas, meningkatkan kemampuan karyawan, memperbaiki mekanisme koordinasi, dan menangani area yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Umpan balik dan keluhan yang diterima melalui saluran komunikasi proyek didokumentasikan dan ditinjau secara internal untuk mendukung tindakan korektif dan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan proyek di masa mendatang.

Dokumentasi perwakilan 11 proyek yang menjadi sumber Survei Kepuasan Pelanggan

Proses Manajemen Risiko

Proses Manajemen Risiko

01 Selera Risiko

Sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko, WIKA REKON menetapkan Risk Appetite Statement (RAS) sebagai panduan dalam menentukan tingkat risiko yang dapat diterima Perusahaan dalam mendukung pencapaian tujuan bisnis dan penciptaan nilai. Risk appetite diterapkan pada tingkat korporat dan proyek dengan mempertimbangkan karakteristik serta tingkat sensitivitas masing-masing risiko.

WIKA REKON menetapkan tingkat penerimaan risiko yang berbeda sesuai dengan karakteristik risiko yang dihadapi. Pendekatan ini memungkinkan Perusahaan untuk membedakan risiko yang tidak dapat ditoleransi dengan risiko yang masih dapat diterima dalam batas tertentu.

02 Risk Appetite Statement WIKA REKON

Tingkat Penerimaan Risiko Fokus Pengelolaan
Tidak Toleran
Kepatuhan terhadap peraturan, tata kelola perusahaan, serta kerahasiaan dan keamanan data
Konservatif
Keterlambatan dan cost overrun dalam pelaksanaan proyek
Moderat
Pencapaian omzet kontrak dan pola pembayaran proyek
Strategis
Pengelolaan collection period dan piutang usaha

Dalam menentukan tingkat risiko yang dapat diterima, WIKA REKON mempertimbangkan kemampuan Perusahaan dalam menanggung risiko, tingkat toleransi terhadap risiko, tingkat risiko yang bersedia diterima untuk mencapai tujuan bisnis, serta batas risiko yang tidak boleh dilampaui. Kerangka ini menjadi dasar bagi WIKA REKON dalam mengelola risiko secara terukur dan bertanggung jawab.

Prinsip zero tolerance diterapkan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan, tata kelola perusahaan, serta kerahasiaan dan keamanan data. Sementara itu, risiko bisnis dan operasional lainnya dikelola berdasarkan batas dan tingkat toleransi yang telah ditetapkan sesuai dengan karakteristik risiko.

03 Integrasi dalam Manajemen Risiko

Risk appetite terintegrasi dalam proses manajemen risiko WIKA REKON, mulai dari identifikasi dan penilaian risiko, penetapan perlakuan risiko, pemantauan, hingga evaluasi efektivitas mitigasi. Profil dan realisasi risiko secara berkala dibandingkan dengan batas risiko yang telah ditetapkan untuk memastikan risiko tetap berada dalam tingkat yang dapat diterima.

Penerapan kerangka ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih terukur, memperkuat ketahanan bisnis, serta memastikan pengelolaan risiko tetap sejalan dengan tujuan dan keberlanjutan Perusahaan.

Laporan Manajemen Risiko WIKA Rekon 2025

Pelaporan Pelanggaran

Pelaporan Pelanggaran

WIKA REKON menyediakan mekanisme whistleblowing sebagai sarana bagi pemangku kepentingan untuk menyampaikan dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kegiatan Perusahaan. Setiap laporan yang diterima akan melalui proses verifikasi dan investigasi untuk memastikan substansi laporan serta menentukan tindak lanjut yang sesuai.

Sementara itu, tidak terdapat laporan terkait dugaan diskriminasi, pelanggaran privasi data pelanggan, benturan kepentingan, maupun pencucian uang dan/atau insider trading selama periode pelaporan.

Setiap laporan ditangani sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan, apabila diperlukan, ditindaklanjuti melalui tindakan korektif dan preventif untuk mencegah terulangnya permasalahan. Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen WIKA REKON dalam menjaga integritas, transparansi, dan penerapan tata kelola yang bertanggung jawab.

Reporting on Breaches

Kontribusi Politik

Kontribusi Politik

WIKA REKON menjaga prinsip netralitas politik dan tidak menggunakan sumber daya Perusahaan untuk mendukung kepentingan politik. Perusahaan tidak memberikan kontribusi dana maupun melakukan pengeluaran untuk kampanye politik, organisasi politik, kandidat politik, kegiatan lobi, asosiasi perdagangan, maupun kelompok lain yang berstatus bebas pajak.

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen WIKA REKON untuk menjaga independensi, integritas, dan tata kelola Perusahaan serta memastikan seluruh sumber daya Perusahaan digunakan untuk mendukung kepentingan bisnis dan pencapaian tujuan Perusahaan secara bertanggung jawab.

Dalam empat tahun terakhir, total kontribusi dan pengeluaran Perusahaan untuk kegiatan politik dan kelompok terkait tercatat sebesar Rp0 pada setiap tahun pelaporan. Rincian pengungkapan berdasarkan kategori disajikan sebagai berikut.

Kontribusi dan Pengeluaran 2022 2023 2024 2025
Lobi, perwakilan kepentingan atau sejenisnya Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
Kampanye politik / organisasi / kandidat tingkat lokal, regional atau nasional Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
Asosiasi perdagangan atau kelompok bebas pajak (misalnya lembaga pemikir) Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
Lainnya (misalnya pengeluaran terkait pemungutan suara atau referendum) Rp0 Rp0 Rp0 Rp0
Total kontribusi dan pengeluaran lainnya Rp0 Rp0 Rp0 Rp0

Program ESG Pemasok

Program ESG Pemasok

WIKA REKON menerapkan proses pengadaan yang terstruktur dan berlapis untuk memastikan pemilihan pemasok dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan Perusahaan. Proses ini didukung oleh WISE (WIKA Integrated Smart E-Procurement) sebagai platform digital pengadaan yang membantu memperkuat transparansi, kepatuhan, dan keterlacakan proses pengadaan.

Diagram Flowchart ESG Supply Process
Diagram Alur Proses Pasokan ESG
Keterangan Diagram Alur
01

Proses

Dalam proses pengadaan, evaluasi pemasok mempertimbangkan aspek harga, kesesuaian spesifikasi teknis, persyaratan administrasi dan substansi aspek legal dan keuangan, serta pemenuhan ketentuan Health, Safety and Environment (HSE). Kewenangan pengambilan keputusan juga disesuaikan dengan nilai pengadaan. Untuk pengadaan strategis dengan nilai di atas Rp1 miliar, proses penetapan pemenang melibatkan jajaran Direksi, sedangkan pengadaan dengan nilai hingga Rp1 miliar melibatkan manajemen proyek maupun manajemen Kantor Pusat sesuai dengan kewenangannya.

02

Evaluasi

Proses evaluasi dilakukan secara berlapis melalui keterlibatan Buyer, Tim Pelaksana Klarifikasi dan Negosiasi (TPKN), Tim Evaluasi Pengusul Pemenangan (TEPP), dan Tim Pejabat Pemutus (TPPM) sebelum penetapan pemasok. Selanjutnya, Purchase Order terintegrasi dengan sistem SAP dan melalui proses persetujuan sesuai kewenangan yang berlaku.

03

Proses Syarat dan Ketentuan

Selain itu, sebelum kontrak diterbitkan, persyaratan dan ketentuan kontrak ditinjau untuk memastikan ketentuan yang disepakati dapat dilaksanakan secara wajar oleh kedua belah pihak. Dalam proses ini, review dapat melibatkan fungsi Legal dan manajemen sesuai kebutuhan. Komunikasi dan tindak lanjut dengan pemasok juga dilakukan melalui rapat vendor, surat resmi, maupun toolbox meeting, termasuk untuk memastikan pemenuhan persyaratan HSE selama pelaksanaan pekerjaan.

Melalui mekanisme pengadaan yang terstruktur, berlapis, dan terdokumentasi tersebut, WIKA REKON berupaya memastikan praktik pembelian dan persyaratan kepada pemasok diterapkan secara bertanggung jawab, sekaligus mendukung pemenuhan standar HSE dan keberlanjutan dalam rantai pasok.

Kesadaran Keamanan Informasi

Kesadaran Keamanan Informasi

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi secara aktif mendorong budaya Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) di lingkungan profesionalnya. Sebagai langkah nyata, WIKA REKON menyelenggarakan program Awareness ISO 27001:2022 pada tanggal 4 November 2025 yang diikuti oleh seluruh pegawai perusahaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ISO 27001:2022 sebagai standar internasional penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang mencakup klausul 4 sampai 10 serta Annex A5 – A18 yang terdiri dari 14 domain / area kontrol, 35 kontrol objektif, dan 114 kontrol keamanan informasi. Melalui penerapan standar yang solid, WIKA REKON berkomitmen meminimalkan risiko insiden keamanan, menumbuhkan kesadaran pegawai, menekan biaya pemulihan, serta meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

Komitmen dan pemahaman pegawai WIKA REKON terhadap keamanan informasi tercermin dari tingginya capaian pre-test dengan rata-rata skor sebesar 97,18. Setelah sesi awareness, pemahaman peserta meningkat signifikan dengan rata-rata perolehan skor post test sebesar 99,44.

Melalui sosialisasi ini, WIKA REKON menegaskan komitmennya untuk terus membudayakan tata kelola keamanan informasi berstandar internasional demi mendukung pertumbuhan bisnis yang aman dan terpercaya.

Pelatihan AI

Pelatihan AI

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi secara konsisten mendorong integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam lingkungan kerja guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, WIKA REKON menggelar edukasi penggunaan AI dalam sesi Safety Morning Talk (SMT) pada Jumat, 10 Juli 2026. Bekerja sama dengan eksternal, kegiatan ini memperkenalkan ragam inovasi terbaru pada ekosistem Google Workspace, termasuk pemanfaatan fitur berbasis AI seperti NotebookLM dan Gemini untuk menunjang produktivitas insan WIKA REKON.

AI Training Gallery 1
AI Training Gallery 2
AI Training Gallery 3