LINGKUNGAN
Kinerja dan inisiatif Perseroan di bidang lingkungan yang mencakup pengelolaan dan kebijakan lingkungan, penggunaan energi, pengelolaan emisi termasuk produk rendah karbon dan manajemen risiko iklim, limbah dan polutan, konservasi air, serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen menuju operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dasbor Lingkungan 2025
Pengelolaan dan Kebijakan Lingkungan
Pengelolaan & Kebijakan Lingkungan
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan terintegrasi yang mengacu pada ISO 14001:2015 dan mencakup 100% ruang lingkup operasional Perusahaan, termasuk Kantor Pusat serta seluruh proyek dan lokasi operasional. Sertifikasi ISO 14001:2015 tersebut diperoleh melalui proses audit yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi independen. Penerapannya didukung oleh Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (Kebijakan K3LL), yang menjadi acuan dalam mengelola dampak lingkungan dan melibatkan pemangku kepentingan terkait melalui konsultasi dan komunikasi. WIKA REKON juga menerapkan prinsip perbaikan berkelanjutan melalui peninjauan kebijakan secara berkala, peningkatan standar operasional, serta penguatan budaya keselamatan dan kepedulian lingkungan di seluruh organisasi. Sistem Manajemen Lingkungan tersebut menjadi landasan bagi Perusahaan untuk secara konsisten mengelola dampak lingkungan dan menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan prinsip perlindungan lingkungan.
Selama periode 2022–2025, WIKA REKON tidak mencatat adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan. Oleh karena itu, Perusahaan juga tidak dikenakan maupun membayarkan denda atau sanksi finansial terkait ketidakpatuhan lingkungan selama periode empat tahun tersebut.
| Tahun | Jumlah Pelanggaran | Sanksi Denda yang Dibayarkan (Rp) |
|---|---|---|
| 2022 | 0 | 0 |
| 2023 | 0 | 0 |
| 2024 | 0 | 0 |
| 2025 | 0 | 0 |
Energi
Energi
Komitmen & Upaya Efisiensi
WIKA REKON berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi energi di seluruh kegiatan operasional melalui pemantauan, evaluasi, dan berbagai inisiatif penghematan energi yang diterapkan baik di Kantor Pusat maupun di lokasi proyek. Perusahaan melakukan pencatatan dan pemantauan konsumsi listrik dan bahan bakar, termasuk penggunaan energi untuk kegiatan operasional dan kendaraan, sebagai dasar evaluasi kinerja energi serta identifikasi peluang penghematan energi lebih lanjut.
Electricity Efficiency Efforts
Berbagai upaya efisiensi energi telah diterapkan di Kantor Pusat, antara lain penggantian lampu konvensional dengan lampu LED hemat energi, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, penerapan sistem pemadaman lampu secara otomatis pada pukul 12.00 dan setelah pukul 17.00. pengaturan suhu AC pada kisaran 24–25°C, penggunaan peralatan elektronik berlabel hemat energi, serta optimalisasi pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
Pada lokasi proyek, WIKA REKON melakukan pemeliharaan rutin terhadap peralatan dan genset, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, menggunakan sepeda motor listrik pada beberapa area proyek, memantau konsumsi bahan bakar dan listrik sebagai bagian dari evaluasi efisiensi energi, serta meningkatkan kesadaran pekerja mengenai penghematan energi melalui kampanye internal, sosialisasi, serta pemasangan stiker, flyer, dan poster untuk mendorong perilaku hemat energi di seluruh lingkungan Perusahaan.
Kendaraan Listrik Operasional
Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung transisi energi bersih dan pencapaian target keberlanjutan, WIKA REKON terus mengimplementasikan berbagai program efisiensi energi melalui pemanfaatan kendaraan listrik dan penggunaan teknologi energi terbarukan.
WIKA REKON telah memanfaatkan 1 (satu) unit mobil listrik sebagai kendaraan operasional Direksi yang menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Selain itu, WIKA REKON juga memanfaatkan 8 (delapan) unit motor listrik Gesits untuk mendukung aktivitas operasional di sejumlah proyek, yaitu PLTMG Tanjung Selor, PLTMG Biak, PLTMG Merauke, PLTMG Langgur, PLTMG Seram, Divisi Proyek DOP I, serta Proyek Line 3 Bunati Batulicin. Penggunaan kendaraan listrik ini merupakan upaya Perseroan dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, menekan emisi gas rumah kaca (GRK), serta meningkatkan efisiensi energi pada kegiatan operasional.
Pemanfaatan Energi Surya
Sejalan dengan inisiatif tersebut, WIKA REKON juga mengembangkan pemanfaatan teknologi energi terbarukan melalui pemasangan panel surya atau photovoltaic (PV) di area operasional sebagai sumber energi terbarukan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari strategi dalam pengurangan pemanfaatan energi berbasis fosil sekaligus mendukung pengelolaan energi yang lebih efisien. Salah satu implementasi nyata dalam efisiensi energi yang dilakukan oleh WIKA REKON yaitu melalui pemasangan panel surya di area Pabrik WINNER. Pemanfaatan energi surya pada fasilitas tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja keberlanjutan Perseroan, baik dari aspek lingkungan, ekonomi, maupun operasional.
Penggunaan panel surya berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO₂), karena proses pembangkitan listrik dari energi surya tidak menghasilkan emisi secara langsung. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan ini mendukung upaya pengurangan jejak karbon operasional serta meningkatkan suplai energi bersih di lingkungan kerja. Melalui penerapan kendaraan listrik dan teknologi photovoltaic, WIKA REKON menunjukkan komitmen nyata dalam mengadopsi inovasi teknologi rendah karbon untuk menciptakan operasional yang lebih efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan agenda transisi energi nasional serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Program Efisiensi Energi Listrik & BBM
Listrik 2025
Listrik 2025
BBM 2025
BBM 2025
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kinerja energi, WIKA REKON menetapkan target penurunan intensitas konsumsi energi sebesar 15% per tahun, yang secara konsisten dipantau dan dievaluasi sebagai bagian dari strategi efisiensi energi berkelanjutan Perusahaan. Target penggunaan listrik pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 955,93 GJ. Realisasi penggunaan listrik pada tahun tersebut tercatat sebesar 828,48 GJ, atau 127,45 GJ lebih rendah dibandingkan target yang ditetapkan. Sementara itu, target penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 17.155,92 GJ, dengan realisasi tercatat sebesar 15.440,33 GJ, atau 1.715,59 GJ lebih rendah dibandingkan target.
Penggunaan Energi Terbarukan
Penggunaan Energi Tak Terbarukan
Limbah & Polutan
Limbah & Polutan
Program Pengelolaan Limbah
WIKA REKON menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengelolaan limbah konstruksi secara bertanggung jawab sebagai bagian dari penerapan konstruksi berkelanjutan. Komitmen tersebut didukung oleh Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (Kebijakan K3LL) yang disahkan pada 29 Mei 2023, yang menekankan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional, termasuk limbah cair, limbah padat, emisi udara, serta limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dalam implementasinya, WIKA REKON menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) baik di Kantor Pusat maupun di lokasi proyek untuk meminimalkan timbulan limbah dan dampaknya terhadap lingkungan. Perusahaan juga telah menetapkan target limbah konstruksi sebesar 2% untuk lingkungan proyek sebagai bagian dari upaya pengurangan limbah.
Perusahaan melakukan pengelolaan limbah secara sistematis yang dimulai dengan pemilahan limbah menggunakan tempat sampah berkode warna sesuai dengan jenis limbah. Pendekatan ini mempermudah proses identifikasi dan menentukan penanganan selanjutnya, baik melalui daur ulang, penggunaan kembali, maupun pembuangan sesuai ketentuan. WIKA REKON juga secara rutin melakukan pemantauan terhadap limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional dan menerapkan prinsip 3R untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan bertanggung jawab.
| Deskripsi | Target |
|---|---|
| Target Limbah Konstruksi 2025 |
2%
di lingkungan proyek
|
Pada lokasi proyek, WIKA REKON menjalankan sejumlah inisiatif pengelolaan limbah konstruksi. Inisiatif tersebut meliputi Rebar, melalui optimalisasi penggunaan sisa besi dengan Bar Bending Schedule (BBS) serta pemanfaatan potongan besi untuk kebutuhan fabrikasi; Formwork, melalui penyimpanan dan penggunaan kembali bekisting untuk memperpanjang masa pakai dan mengurangi kebutuhan material baru; Concrete, melalui perencanaan volume beton sesuai kebutuhan aktual di lapangan untuk meminimalkan kelebihan material; serta Piling, melalui optimalisasi kedalaman tiang dan perencanaan pondasi untuk mencegah penggunaan material secara berlebihan.
Program Pelatihan dan Kesadaran
Untuk memperkuat implementasi, WIKA REKON secara konsisten melaksanakan pelatihan dan sosialisasi pengelolaan limbah kepada kontraktor dan subkontraktor. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkala melalui safety toolbox meeting, briefing harian, serta meeting Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mingguan. Materi yang disampaikan mencakup pemilahan limbah sesuai jenisnya, tata cara penyimpanan sementara, pengangkutan limbah, kebersihan area kerja, penggunaan tempat sampah, serta kepatuhan terhadap prosedur pengelolaan limbah yang berlaku di proyek. Melalui kegiatan tersebut, WIKA REKON mendorong peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi aktif pekerja dalam menjaga kebersihan dan ketertiban area proyek serta menerapkan praktik pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Air
Air
Komitmen & Upaya Efisiensi
WIKA REKON berkomitmen untuk mengelola penggunaan air secara efisien dan bertanggung jawab sebagai bagian dari praktik operasional yang berkelanjutan. Air merupakan salah satu sumber daya penting bagi kegiatan Perusahaan, termasuk untuk kebutuhan sanitasi. Perusahaan memperoleh air dari sumber air tanah yang secara berkala dilakukan pengujian sanitasi untuk memastikan ketersediaannya tetap memadai di masa mendatang. WIKA REKON juga berupaya menghindari pengambilan air tanah secara berlebihan serta memastikan bahwa penggunaan air disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang aktual.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan air, WIKA REKON telah menetapkan target rata-rata konsumsi air sebesar <= 1.500 liter per orang per bulan pada lokasi proyek. Target tersebut menjadi acuan dalam pengendalian penggunaan air sekaligus mendorong peningkatan kesadaran pekerja untuk menerapkan penggunaan air secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab.
Inisiatif Konservasi Air
Perusahaan terus mendorong berbagai inisiatif konservasi air di seluruh area operasional, baik pada proyek yang sedang berjalan maupun pada pengembangan proyek baru. Pada Proyek PLTMG Biak 15 MW, WIKA REKON telah menerapkan sistem water recycling untuk mendukung kegiatan operasional. Selain itu, pada proyek-proyek baru, Perusahaan juga telah membangun rainwater harvesting pool berkapasitas 720 m³ sebagai bagian dari upaya konservasi air.
Sistem rainwater harvesting tersebut dirancang untuk mengumpulkan limpasan air permukaan pada saat hujan dan memungkinkan air yang tertampung dimanfaatkan kembali, khususnya untuk kebutuhan operasional non-konsumsi. Inisiatif ini mendukung pemanfaatan air secara lebih optimal, mengurangi ketergantungan terhadap sumber air eksternal, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air di area proyek.
Konsumsi Air
WIKA REKON memahami bahwa air merupakan sumber daya penting dalam mendukung kegiatan operasional Perusahaan sehingga penggunaannya perlu dikelola secara efisien dan bertanggung jawab. Sumber air yang digunakan Perusahaan berasal dari PDAM, yang dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan operasional dalam pelaksanaan kegiatan Perusahaan.
Sebagai bagian dari komitmen dalam pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab, WIKA REKON secara berkala melakukan pencatatan dan pemantauan konsumsi air. Pemantauan tersebut mencakup pencatatan total pengambilan air, total air terpakai, serta total penggunaan air, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja konservasi air dan mendukung pengelolaan air yang lebih efisien di seluruh kegiatan operasional Perusahaan.
| Sumber Air | Satuan | 2025 | 2024 | 2023 | 2022 |
|---|---|---|---|---|---|
| Total pengambilan air | Liter | 9.373 | 9.698 | 9.928 | 7.344 |
| Total air terpakai | Liter | 7.807 | 7.187 | 9.539 | 7.056 |
| Total penggunaan kembali air | Liter | 1.565,67 | 2.511,33 | 389,33 | 288 |
| Air daur ulang (Air hujan)* | Liter | 0 | 0 | 0 | 0 |
| Sumber Air | Satuan | 2025 | 2024 | 2023 | 2022 |
|---|---|---|---|---|---|
| Total pengambilan air | Juta m3 | 0,000009373 | 0,000009698 | 0,000009928 | 0,000007344 |
| Total air terpakai | Juta m3 | 0,000007807 | 0,000007187 | 0,000009539 | 0,000007056 |
| Total penggunaan kembali air | Juta m3 | 0,00000156567 | 0,00000251133 | 0,00000038933 | 0,000000288 |
| Air daur ulang (Air hujan)* | Juta m3 | 0 | 0 | 0 | 0 |
- Air hujan dikumpulkan di seluruh wilayah proyek. Namun karena tidak tersedia data kuantitatif, kami hanya mengungkapkan pengambilan air PDAM
- Asupan air = Air yang di konsumsi + Air yang dibuang. Kami tidak menggunakan air secara berlebihan, sehingga pembuangan air kami sama dengan asupan air. Jika air diangkut atau digunakan di lokasi konstruksi tanpa dikembalikan ke leingkungan alami, jumlah tersebut merupakan air yang di konsumsi, jika tidak, maka merupakan air yang dibuang.
Strategi Iklim
Strategi Iklim
Satuan Tugas Pengungkapan Keuangan Terkait Iklim (Laporan TCFD)
Laporan TCFD
2025WIKA REKON menerapkan pendekatan pengelolaan risiko iklim yang komprehensif dengan mengacu pada kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) untuk memastikan pengungkapan yang transparan mengenai risiko iklim fisik dan transisi beserta potensi implikasi keuangannya. Perseroan memetakan wilayah operasional yang rentan terhadap perubahan iklim, menyusun matriks risiko dan peluang iklim, serta mengidentifikasi peluang yang timbul dari transisi menuju ekonomi rendah karbon, termasuk pengembangan produk rendah karbon dan solusi berbasis energi terbarukan.
"Risiko fisik utama yang dihadapi WIKA REKON mencakup berbagai dampak perubahan iklim yang dapat mengganggu pelaksanaan proyek dan menimbulkan konsekuensi operasional maupun finansial. Untuk merespons risiko tersebut, Perseroan terus mendorong inovasi melalui metode konstruksi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dan memperkuat ketahanan proyek di seluruh kegiatan usahanya."
Internal Carbon Pricing
Harga Karbon
2025WIKA REKON menerapkan pendekatan penetapan harga karbon internal melalui penggunaan shadow price untuk mengidentifikasi peluang pengurangan emisi, termasuk melalui penerapan teknologi fotovoltaik (PV) dalam kegiatan operasional Perseroan.
Insentif Manajemen Terkait Iklim
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja keberlanjutan, WIKA REKON telah memperoleh penilaian ESG dengan target skor 45 pada tingkat eksekutif. Target ini menjadi salah satu pendorong bagi Perseroan untuk terus memperkuat penerapan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Net Zero Emission
Penyusunan Peta Jalan Net Zero Emission WIKA REKON mengacu pada prinsip-prinsip umum dekarbonisasi yang lazim diterapkan dalam kerangka net zero, termasuk Corporate Net-Zero Standard dari Science Based Targets initiative (SBTi). Sejalan dengan prinsip tersebut, peta jalan ini memprioritaskan pengurangan emisi secara langsung dan menempatkan penanganan emisi residual sebagai upaya terakhir, dengan tetap mempertimbangkan kapabilitas operasional dan perkembangan teknologi.
Dengan mengacu pada prinsip-prinsip tersebut, WIKA REKON menetapkan target pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060. Untuk mencapai target tersebut, Perseroan menargetkan pengurangan emisi kumulatif sebesar 98,5% pada tahun 2060 melalui implementasi berbagai inisiatif dekarbonisasi yang telah direncanakan. Sisa emisi sebesar 1,5% merupakan emisi residual yang diperkirakan masih ada setelah seluruh langkah pengurangan emisi yang layak diterapkan dilaksanakan dan direncanakan untuk dinetralkan melalui mekanisme kompensasi karbon (carbon offsetting) sebagai upaya terakhir. Pendekatan ini melengkapi, bukan menggantikan, upaya pengurangan emisi secara langsung dengan menggunakan instrumen yang kredibel, terverifikasi, dan dapat ditelusuri sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk mendukung pencapaian target net zero, WIKA REKON menyusun peta jalan ke dalam empat fase implementasi yang dirancang untuk mendorong upaya dekarbonisasi secara bertahap hingga tahun 2060. Fase 1 (2026–2030) berfokus pada energi biofuel melalui peningkatan penggunaan campuran biodiesel (B0–B50) dari 25% menjadi 100%, dengan target pengurangan emisi kumulatif sebesar 13,39% pada akhir fase. Fase 2 (2031–2040) beralih pada pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 5%–50%, dengan proyeksi pengurangan emisi kumulatif terhadap skenario Business as Usual (BAU) mencapai 58,32%. Fase 3 (2041–2050) menitikberatkan pada efisiensi energi melalui transisi ke kendaraan listrik dan peningkatan pemanfaatan PLTS sebesar 60%–100%, sehingga target pengurangan emisi kumulatif mencapai 61%. Fase 4 (2051–2060) berfokus pada peralihan energi melalui penggunaan alat berat listrik dan panel surya sebesar 50%–85%, dengan target pengurangan emisi kumulatif mencapai 98,5%.
Rencana Transisi Menuju Net Zero (Net-Zero Transition Plan)
WIKA REKON berkomitmen mendukung upaya global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) serta ambisi iklim jangka panjang Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060. Strategi ini disusun selaras dengan tujuan Paris Agreement, termasuk mendukung upaya global untuk membatasi kenaikan suhu bumi hingga 1,5°C, dengan tetap mempertimbangkan prinsip Common but Differentiated Responsibilities dan kondisi nasional Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, WIKA REKON berfokus pada peningkatan efisiensi energi dan sumber daya dalam kegiatan konstruksinya. Peluang utama untuk dekarbonisasi mencakup optimalisasi konsumsi energi operasional, peningkatan efisiensi pelaksanaan proyek, pengurangan limbah material, serta perluasan solusi energi terbarukan dan hemat energi melalui anak perusahaannya, PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER), termasuk teknologi fotovoltaik dan sistem pemanas air hemat energi. Berbagai inisiatif ini mendukung integrasi aspek pengurangan emisi ke dalam kegiatan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan.
Untuk emisi Scope 1 dan Scope 2, WIKA REKON berupaya menerapkan langkah-langkah secara bertahap guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan listrik serta mengurangi emisi dari kegiatan operasional langsung. Sementara itu, untuk emisi Scope 3, Perseroan menyadari pentingnya pelibatan para pihak dalam rantai nilai dan peningkatan kualitas data emisi sebagai dasar untuk mengidentifikasi peluang pengurangan emisi lebih lanjut. Pengembangan langkah-langkah tersebut akan mendukung penyempurnaan prioritas dekarbonisasi Perseroan sesuai dengan ketersediaan data, perkembangan teknologi, dan kebutuhan operasional.
Implementasi Peta Jalan Net Zero juga memerlukan integrasi pertimbangan iklim ke dalam perencanaan bisnis, prioritas investasi, dan alokasi sumber daya. WIKA REKON perlu secara bertahap mengidentifikasi kebutuhan sumber daya untuk melaksanakan inisiatif dekarbonisasi serta menentukan alternatif pendanaan yang sesuai guna mendukung implementasi di setiap fase peta jalan.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi salah satu aspek yang mulai dikembangkan dalam upaya transisi WIKA REKON. Saat ini, Perseroan berada pada tahap awal penjajakan peluang kolaborasi dengan asosiasi industri melalui KADIN Net Zero Hub untuk memperkuat pemahaman mengenai praktik dekarbonisasi dan mendukung pengembangan inisiatif transisi. Sebagai langkah awal pengembangan kapasitas, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selaku induk perusahaan WIKA REKON telah menyelenggarakan Intermediate Executive Workshop on ESG Disclosure Based on IFRS. Inisiatif ini dapat mendukung pemahaman WIKA REKON terhadap persyaratan pengungkapan terkait iklim, memperkuat pengukuran dan pelaporan emisi GRK, serta meningkatkan transparansi dalam memantau kemajuan pencapaian Peta Jalan Net Zero Perseroan.
WIKA REKON, melalui anak perusahaannya PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER), juga telah melaksanakan pelibatan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendukung transisi menuju Net Zero Emission. Pelibatan ini dilakukan melalui pembahasan tindak lanjut revisi Metodologi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Solar Water Heater, termasuk konfirmasi asumsi perhitungan kepada produsen, guna mendukung penyusunan metodologi pengurangan emisi yang lebih akurat serta memperkuat kontribusi teknologi pemanas air tenaga surya terhadap pencapaian target pengurangan emisi nasional.
Selain itu, WIKA REKON menyadari pentingnya mempertimbangkan potensi implikasi sosial dari upaya dekarbonisasi terhadap karyawan, kontraktor, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya. Seiring dengan perkembangan inisiatif transisi, Perseroan dapat mengintegrasikan pertimbangan sosial yang relevan secara lebih lanjut ke dalam perencanaan implementasi untuk mendukung transisi yang bertanggung jawab dan inklusif.
Melalui implementasi Peta Jalan Net Zero secara bertahap, WIKA REKON berupaya meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi GRK, memperluas solusi bisnis rendah karbon, serta berkontribusi terhadap pencapaian sasaran iklim jangka panjang Indonesia.
Peta Jalan Net Zero WIKA REKON mencakup rencana investasi pada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), pemasangan panel surya, serta elektrifikasi alat berat untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060. Inisiatif ini dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, dan menurunkan emisi gas rumah kaca dari kegiatan operasional Perseroan. Melalui pelaksanaan investasi secara bertahap, WIKA REKON berupaya mempercepat upaya dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
Emisi GRK
Emisi Cakupan 1
Emisi Cakupan 2
Emisi Cakupan 3
Target Pengurangan Emisi
Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati
Komitmen dan Tanggung Jawab Lingkungan
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang engineering, konstruksi, commissioning, serta operasi dan pemeliharaan, WIKA REKON menyadari bahwa kegiatan usahanya memiliki keterkaitan erat dengan penggunaan lahan dan sumber daya alam. Perusahaan memandang keanekaragaman hayati sebagai bagian integral dari kelestarian lingkungan dan berkomitmen untuk melindungi unsur-unsur keanekaragaman hayati termasuk flora, fauna, serta keseimbangan ekosistem alam sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan yang dijalankan secara berkelanjutan.
Pemetaan Risiko dan Hierarki Mitigasi
Komitmen ini diwujudkan melalui pemetaan sistematis terhadap dampak dan tingkat ketergantungan operasional Perusahaan terhadap lingkungan, dengan menggunakan WWF Biodiversity Risk Filter untuk menilai risiko terkait alam berdasarkan data geospasial dan ekologis di sepanjang rantai nilai Perusahaan. WIKA REKON menerapkan mitigation hierarchy avoid, reduce, regenerate, restore, dan transform sejalan dengan pendekatan Science-Based Targets for Nature (SBTN), guna memastikan bahwa kegiatan proyek tidak dilaksanakan di kawasan lindung, kawasan konservasi, atau wilayah dengan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi.
Kolaborasi Pemulihan Ekosistem
Melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah, masyarakat, serta mitra seperti WIKA Group dan LindungiHutan, Perusahaan terus memperkuat upaya pemulihan ekosistem, termasuk penanaman pohon dan mangrove, sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang terhadap pembangunan berkelanjutan.
Penatagunaan Produk
Penatagunaan Produk
01 Program Produk Berkelanjutan
Dalam menjalankan kegiatan konstruksi dan Operasi & Pemeliharaan (O&M), WIKA REKON menghadapi berbagai tantangan terkait iklim yang dapat memengaruhi pelaksanaan dan penyelesaian proyek tepat waktu. Untuk mengatasi risiko ini, Perusahaan terus mendorong inovasi melalui metode dan teknologi konstruksi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan, mendukung adaptasi iklim sekaligus mengurangi konsumsi energi, emisi gas rumah kaca, dan penggunaan material, seraya mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dan memperkuat ketahanan proyek di setiap tahap kegiatan bisnisnya.
PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER) sebagai anak perusahaan dari PT WIjaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) memiliki skema insentif yang memberikan penghargaan berupa uang (jasa produksi) kepada seluruh karyawan, termasuk staf pemasaran, sebagai pengakuan atas kontribusi mereka terhadap penjualan produk-produk berkelanjutan. Mekanisme ini memperkuat integrasi pertimbangan keberlanjutan ke dalam manajemen kinerja serta meningkatkan akuntabilitas internal. Melalui mekanisme ini, WIKA REKON mendorong pertumbuhan portofolio produk berkelanjutannya, termasuk produk-produk berbasis energi terbarukan yang dikembangkan oleh WINNER.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, WIKA REKON terus mendorong pengembangan produk dan layanan konstruksi rendah karbon, dengan implementasi nyata yang dilakukan melalui anak perusahaannya, PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER), yang berspesialisasi dalam solusi energi terbarukan dan pemanas air hemat energi. Melalui Penelitian dan Pengembangan yang berkelanjutan, WINNER telah memperkenalkan inovasi seperti aplikasi WIKA Smart Water Heater (WISH) dan WIKA Solar Water Heater SR 130S1–SG, yang mendukung transisi energi bersih di berbagai sektor dari area perumahan hingga fasilitas kesehatan. Upaya ini diperkuat dengan sistem manajemen tersertifikasi ISO 9001:2015, yang mencerminkan komitmen Perusahaan terhadap kualitas produk, tanggung jawab lingkungan, dan integritas bisnis saat memberikan solusi rekayasa dan konstruksi yang lebih berkelanjutan.
WIKA Solar Water Heater SR 130S1-SG
| Pendapatan Inovasi Berkelanjutan (dalam jutaan rupiah) | Tahun / Year | |||
|---|---|---|---|---|
| 2025 | 2024 | 2023 | 2022 | |
| Pemanas Air & Fotovoltaik | 56.746 | 88.571 | 141.469 | 256.584 |
| Total Pendapatan Proyek (WIKA REKON + WINNER) | 927.490 | 1.114.231 | 1.238.664 | 1.483.127 |
| Persentase pendapatan berkelanjutan (%) | 6,12% | 7,95% | 11,42% | 17,30% |
Berdasarkan Taksonomi Uni Eropa, kegiatan usaha WIKA REKON melalui WINNER sebagai anak perusahaan yang bergerak di bidang produk fotovoltaik dapat dikategorikan dalam kegiatan energi terbarukan yang relevan di sektor Energi, khususnya 3.1 – Manufaktur Teknologi Energi Terbarukan. Tujuan Lingkungan utamanya adalah Mitigasi Perubahan Iklim, yang mencerminkan kontribusi teknologi fotovoltaik dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
Investasi pada Produk Berkelanjutan dan Kontribusi Pendapatan sebagai Sasaran
WIKA REKON mendukung pengembangan dan perluasan portofolio produk berkelanjutannya melalui investasi modal pada fasilitas produksi anak perusahaannya, PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER), yang berlokasi di WIKA Industrial Park, Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat manufaktur untuk pemanas air dan solusi hemat energi lainnya, yang mendukung produksi produk berkelanjutan, memperkuat kemampuan manufaktur dalam negeri, serta memperluas kapasitas Perusahaan dalam menyediakan energi terbarukan dan solusi hemat energi. Investasi ini merupakan bagian dari upaya WIKA REKON untuk memperkuat portofolio produk berkelanjutannya dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
02 Fasilitas Produksi
Komitmen WIKA REKON terhadap pengembangan produk berkelanjutan semakin didukung oleh fasilitas produksi WINNER yang berlokasi di Kawasan Industri WIKA, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berfungsi sebagai pusat manufaktur untuk pemanas air dan solusi hemat energi lainnya. Fasilitas ini beroperasi di bawah sistem manajemen mutu terpadu, proses produksi yang efisien, pengendalian lingkungan, dan standar keselamatan kerja untuk memastikan pengiriman produk yang kompetitif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat rantai pasokan domestik dan berkontribusi pada pertumbuhan industri manufaktur nasional.
Bahan Baku Berkelanjutan
Bahan Baku Berkelanjutan
Sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular, WIKA REKON memprioritaskan penggunaan bahan baku berkelanjutan, termasuk bahan daur ulang atau penggunaan kembali dalam proses konstruksinya untuk meminimalkan timbulan limbah konstruksi.
| Kategori | Satuan | % Bahan Baku Berkelanjutan | 2024/2025 |
|---|---|---|---|
| Baja | ton | 0 | 3.378,21 |
| Beton | ton | 66,93 | 28.246,25 |
| Semen | ton | 0 | 434,2 |
| Drymix | ton | 0 | 19.280,58 |
| Material Anoda | ton | 0 | 32,4 |